Kuncinya Hanyalah Berlatih
 |
| Foto via pixabay.com |
Kesimpulan:
Menulis = Kerangka - Deadline!
Kerja tulis-menulis bukanlah perkara mudah lho! Hal yang perlu kita lakukan pertama kali adalah terus menulis. Kemudian catatlah kembali yang telah
ditulis tersebut.
Mengapa harus serepot itu? Yap jawabannya adalah "Gagasan itu Mahal"
Seorang Penulis = Seorang Mabuk Buku
Jangan pernah "Berhenti Berpikir." Sebab dengan membaca dan menulis kita tidak akan mempunyai ruang untuk berhenti berpikir. Jangan lupa untuk terus menggali topik dengan membaca dan diskusi.
Oiya, jika kamu mengalami stuck yang menyebabkan kamu berhenti, jangan menyerah ya! Istirahatlah lalu jalan-jalan untuk menyegarkan pikiranmu.
Kembali lagi, membaca adalah kekuatan imajinasimu.
Bagaimana menulis berdasarkan jenis-jenis tulisan?
Karya Sastra:
Realitas : Apa yang terjadi di sekitar kita sesuai pandangan penulis.
Gunakanlah kekuatan imajinasi
Catatan terpenting adalah:
Penulis
harus membunuh diri sendiri untuk menjadi penulis yang lebih baik lagi, karena
lawan terberat adalah diri sendiri. Menulis adalah proses menulis dan melupakan
tulisan itu sendiri. Menulis, meleburkan diri dengan lingkungan, dan
menjarakkan diri dengan lingkungan. Menulis adalah hal bolak-balik dengan emosi
dan menjauhinya. Modal menulis adalah imaji atau daya khayal, intuisi atau
perasaan, inspirasi atau ide/ilham, dan daya kritisi atau kejelian/ kepedulian.
Bagi orang lain tidak masalah, tapi bagi kita masalah, lalu itulah yang kita
tulis. Masalah ibarat berlian dalam menulis.
“ ... orang yang berani menulis
adalah mereka yang berani bermimpi, dan bersedia membagi mimpinya kepada orang
lain, adalah mereka yang siap mewujudkan mimpinya tersebut ...” (Anonim)
“Saya sangat berharap ini akan
menjadikan orang-orang melihat cerita pendek sebagai seni yang penting, bukan
sekadar sesuatu yang kau main-mainkan sampai bisa menulis sebuah novel.” (
Alice Munro, Cerpenis dan Peraih Nobel Sastra Tahun 2013)
Salam,
Beooni