CINTA,
begitulah ia, sesuatu yang tak akan pernah habis diceritakan
 |
| Foto via pixabay.com |
Begitu banyak masalah-masalah sepele yang menjadi
beban pikiran. Seperti saat apa yang kita mau tidak tercapai, atau dia tak
melulu peka terhadap sindiran yang kita haturkan. Aku bingung akan sebuah
hubungan, menyatukan dua perasaan menjadi satu, menghubungkan dua pemikiran
menjadi satu, lalu harus mengerti segala tindak tanduk pasangan kita, baik
buruknya harus terima. Katanya kita harus mengisi kekurangan pasangan dengan
kelebihan yang kita miliki?
Menerima ternyata tak semudah mengucapkannya. Empat
suku kata dengan kata dasar terima itu ternyata menyimpan sejuta kekuatan
dalam. Ya, kekuatan dalam bagaimana agar seorang perempuan tak menahan
bongkahan airmata dipelupuk kelopak matanya ketika apa yang ia harapkan dari
pasangannya tak tercapai.
Duduk termenung, sering membayangkan wajahnya yang
diam-diam membuatmu menjadi sakit kepala.
Selama apapun hubungan yang telah dirajut tetap kamu
akan menemukan di suatu ketika kamu ingin berjalan sendirian, melakukan apapun
tanpa harus diketahuinya, melakukan larangan sepele yang ia tak suka, dan tidur
seharian dikasur tanpa memeriksa ponsel sebab sms dan telpon hilir mudik
menyapa. Ya, pasti kamu akan merasakan hal ini dalam sebuah hubungan. Apakah kamu sudah mengalami hal ini?
Lalu jika kamu merasakan titik jenuh. Apakah itu
artinya kamu ingin berhenti mencintai? Tidak, kita memang butuh ruang untuk
sendiri. Disaat hubungan kamu sudah terjalin terlalu lama, sehingga menyebabkan
kalian begitu dekat, kalian tak menyadari sesungguhnya diri kalian iri, ingin
diperhatikan juga. Tak melulu harus menanyakan sedang apa gerangan ia disana,
atau dengan siapakah gerangan ia disana atau baik-baik sajakah bila tanpa
dirimu disamping nya,
Proses perkenalan sebelum menuju pernikahan, seperti
yang orang banyak bilang adalah pacaran. Menyimpan berbagai tanda tanya,
menyimpan berbagai rahasia, meski pun aku juga tak mengerti secara pasti konsep
mencintai dan dicintai atau apalah itu yang menyangkut tentang perasaan, aku
hanya akan menyampaikan beberapa hal.
Menurutku:
Cinta sejati bukanlah cinta yang menggebu-gebu
hingga membuatmu melupakan banyak hal. Dan tak bisa hidup tanpa pasanganmu itu.
Tapi cinta sejati adalah cinta yang selalu
diperjuangkan, cinta yang ada terus menerus, cinta yang tak pernah saling acuh
mengacuhkan. Sebab ia seperti payung, melindungimu saat panas dan hujan.
Lalu apakah cinta sejati itu memang benar adanya?
Temukan jawabannya sendiri.
Salam,
Beeoni